Sabtu, 28 Agustus 2010
Wikileaks kembali membocorkan data militer Amerika Serikat
Wikileaks Ancam Bocorkan Data CIA : Wikileaks kembali membocorkan data militer Amerika Serikat. Kali ini, memo dinas rahasia Pusat Intelijen AS atau CIA yang menyebutkan dugaan keterlibatan Amerika dalam kegiatan "mengekspor terorisme" terungkap ke publik. Demikian dirilis situs whistle blower, Wikileaks, Kamis (26/8).
Dalam situsnya, Wikileaks memuat sebuah laporan dokumen tertanggal 2 Februari silam yang mengajukan pertanyaan hipotesis mengenai dampak jika warga AS ditemukan beroperasi melakukan aksi terorisme di luar negeri. Dokumen tersebut merujuk kasus David Headley, pria kewarganegaraan Pakistan-Amerika yang mendalangi serangan Mumbai di India, 2008 silam. Serta, Baruch Goldstein, ekstremis Yahudi yang menewaskan puluhan orang Palestina di Hebron, 1994 lalu.
"Washington bisa kehilangan pengaruh jika terbukti melakukan aksi terorisme, terutama kelompok negara sekutu," ungkap laporan itu.
Namun, juru bicara CIA Marie Harf membantah tudingan tersebut. Harf mengatakan laporan tersebut hanya sebagai strategi intelijen yang biasa digunakan organisasi "think thank" intelijen Red Cell.
Selasa lalu, WikiLeaks sempat mengancam membocorkan data penting milik CIA walaupun terus mendapat tekanan dan kecaman Washington dan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon. Tapi, situs whistle blower itu bersikeras memiliki hak "kebebasan berbicara" sebagaimana dilindungi konstitusi AS. (liputan6.com)
Khurram Syed Sher was on Canadian Idol Season 6
Youtube.com: Khurram Syed Sher was on Canadian Idol Season 6 : Canadian terror plot suspect Khurram Syed Sher tried out for a spot on “Canadian Idol” in 2008, telling the judges he came to Canada from Pakistan in 2005 and performing Avril Lavigne’s “Complicated” when the judges voted for that over a Hilary Duff song.
Watch the audition...
Rabu, 11 Agustus 2010
POLRI Miliki Bukti Rekening Baasyir
Jakarta - Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi mengatakan Polri mempunyai bukti bersifat materiil mengenai dana yang dimiliki oleh Amir Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Baasyir.
Hal itu disampaikan Ito Sumardi Bareskrim Polri, Jakarta Rabu (11/8). Mengenai berapa dana yang dimiliki Baasyir, Kabareskrim mengatakan secara pasti dirinya tidak mengetahui, namun secara tidak langsung Abu Bakar Baasyir memberikan dukungan terorisme.
"Pastinya saya tidak tahu. yang jelas dia menyampaikan melalui orang atau pihak lain, istilahnya pokoknya tolong didukung, itu kan sudah merupakan suatu perintah. Kemudian ada juga dari yang bersangkutan," tuturnya. Baca Selengkapnya
Anak Baasyir tak Kenal Orang yang Diduga Intel
Jakarta - Salah seorang putra Abu Bakar Baasyir, Abdul Rohim tidak mengenal Sufyan Tsauri, seorang yang disebut-sebut sebagai penyusup ke dalam Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). Baca Selengkapnya
Baasyir Dilarang Dijenguk Selama Seminggu
Jakarta - Pihak keluarga dan seluruh anggota Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) merasa keberatan dengan sikap polisi yang melarang kunjungan terhadap Abu Bakar Baasyir.
Seperti diakui oleh salah seorang putranya, Abdul Rohim, Baasyir dilarang dikunjungi oleh keluarganya selama semingu karena diisolasi. Baca Selengkapnya
JAT Sudah Lama Disusupi Polisi
Jakarta - Abdul Rohim, salah seorang putra Abu Bakar Baasyir, mengakui bahwa Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) sudah lama disusupi polisi. Baca Selengkapnya
Senin, 09 Agustus 2010
Profil Kurnia Widodo Perakit Bom Cibiru
Pakar Info - Profil Kurnia Widodo Perakit Bom Cibiru
Dalam penggerebekan orag yang diduga terkait teroris di sebuah rumah di Cibiru, Kota Bandung, Sabtu lalu, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menemukan "laboratorium" yang digunakan kelompok teroris sebagai tempat untuk merakit bom.
Kelompok yang masih terkait dengan kelompok teroris yang berlatih di Aceh Besar itu juga diketahui telah melakukan uji coba peledakan dua bom rakitan Kurnia Widodo di pegunungan di daerah Sumedang, Jawa Barat.
"Hasilnya (ledakannya) sangat dasyat," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang di Mabes Polri, Senin (9/8/2010). Selengkapnya
Teroris 'Cibiru' Siapkan Bom Mobil
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengatakan, tim Desus 88 Antiteror menangkap lima orang yang diduga terlibat aktivitas pelatihan teroris di Pegunungan Aceh Besar di empat lokasi terpisah pada 7 Agustus 2010 lalu.
Dikatakan Edward, pertama, petugas menangkap Fahrul Rozi Tanjung serta Hamzah alias Helmi di Pasir Biru, Cibiru, Bandung. Terduga teroris lain yakni Gofur di daerah Subang dan Kurnia Widodo alias Ujang di Padalarang. "Kemudian Ustaz Kiki di Terminal Cileunyi, Bandung," ucap Edward di Mabes Polri, Senin (9/8/2010). Selengkapnya
Penangkapan Teroris Dipercepat
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang mengaku, pihaknya "mempercepat" penangkapan lima orang yang diduga sebagai teroris di tiga tempat di Jawa Barat. Percepatan tersebut, papar Edward, memang berkaitan dengan jadwal kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Ciwidey, Sabtu lalu.
"Tapi bila tak ada kunjungan pun, pasti kami tangkap," ujar Edward, Senin (9/8/2010). Selengkapnya