Minggu, 25 Juli 2010

Festival di Tokyo Tampilkan Kesenian Daerah Indonesia




PAKAR INFO - Suasana yang luar biasa meriah terlihat di Taman Yoyogi, sebuah kawasan di pusat Kota Tokyo, Jepang, Sabtu-Minggu (17-18/7). Di sana memang sedang berlangsung Festival Indonesia yang menampilkan berbagai budaya khas Indonesia, dari makanan, kerajinan, hingga kesenian asal Indonesia dari kesenian tradisional hingga band masa kini.

Penampilan dua kesenian Jawa Barat, Rampak Kendang dan Sisingaan cukup meriah dan dinamis. Penampilan dua kesenian itu telah menjadikan suasana di Taman Yoyogi -- 5 menit berjalan kaki dari Harajuku/pusat keramaian kaula muda di Tokyo-- lain dari biasanya.

Atraksi khas Jawa Barat ini ditampilkan mengawali acara Pembukaan Festival Indonesia yang digelar oleh KBRI Tokyo. Sementara itu, lagu Manuk Dadali dengan iringan angklung dan degung menambah atmosfer Festival Indonesia menjadi sangat Priangan. Sebagian pengunjung menikmati pertunjukan sambil menikmati siomay Bandung yang dijajakan oleh stand makanan.

Suhu panas Tokyo yang siang itu mencapai 30 derajat Celcius, sepertinya tidak menghalangi sekitar 60 ribu pengunjung yang dibuat takjub menikmati berbagai tarian Indonesia yang dimainkan oleh tim dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dari Jakarta, mahasiswa Indonesia di Tokyo, Sekolah Republik Indonesia Tokyo, serta berbagai sanggar tari di Tokyo dan sekitarnya. Ada 160-an personel yang tampil dalam acara ini.

Uniknya, para pemain musik dan penari itu lebih dari separuh adalah orang Jepang yang sangat luwes menari maupun membawakan lagu-lagu Indonesia. Lagu “Indonesia Pusaka” yang dinyanyikan oleh sekitar 20-an pensiunan Jepang yang pernah bermukim di Indonesia dan tergabung dalam “Lagu-lagu Kai” mampu menghanyutkan perasaan masyarakat Indonesia yang tengah kangen terhadap kampung halamannya.

Lebih-lebih ketika mereka menyanyikan lagu Lisoi dan Bengawan Solo. Lagu Bengawan Solo yang penciptanya, Gesang, baru beberapa bulan lalu meninggal dunia tampaknya menjadi favorit masyarakat Jepang. Tidak hanya dibawakan oleh “Lagu-lagu Kai” saja, tetapi juga oleh Tim Angklung mahasiswa Tokyo University dan juga oleh Tim dari Jakarta.

Tak ketinggalan grup band asal Bandung, Utopia, yang terdiri dari Tommy (drum), Dodo (guitar), Deny (melody), Indra (bass & backing vocal), dan Pia (lead vocal sekaligus akustik) tampil panas menghibur penggemarnya di Jepang. Hujan pada hari kedua sore hari, juga tidak menghalangi pengunjung untuk terus berinteraksi dengan Utopia yang menampilkan lagu-lagu andalannya seperti Aku Mencintaimu Sampai Mati dan Serpihan Hati.

'>
Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar

SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR ANDA