Sabtu, 26 Desember 2015
Jual Bibit Lada Perdu Tanpa Junjung dan Rambatan di Bandar Lampung
Selasa, 15 Januari 2013
CARA MENANAM POHON GAHARU
Minggu, 28 November 2010
Bisnis Tongkolan
Mau berinvestasi dengan membeli tongkolan, sekaranglah saatnya. Pasalnya, sebentar lagi musim bertongkol bakal segera menyurut. Yang jadi persoalan, kini tak mudah bagi breeder buat melepas tongkolannya, terutama tongkol (spadiks) jenis-jenis favorit. Hitung-hitungannya sederhana, dengan menggembok tongkolan kemudian menyemaikannya sendiri, hasilnya bisa berlipat dua.
Senin, 15 November 2010
Tips Marketing Untuk Usaha Kecil
Istilah Dalam Dunia Marketing
Rabu, 04 Agustus 2010
Proses Pembuatan Kopi Luwak
Pakar Info - Proses Pembuatan Kopi LuwakSalah satu jenis kopi paling fenomenal ini, telah menyedot begitu banyak perhatian masyarakat, dari proses pembuatannya yang menimbulkan kontroversi, karena di produksi dari hasil hewan luwak yang memakan buah kopi dan setelah di keluarkan bersama kotorannya, barulah kopi ini di olah lebih lanjut untuk menjadi kopi bubuk.
sehingga MUI pun turun tangan untuk mengeluarkan Fatwa bahwa kopi luwak HALAL dengan syarat di cuci sampai bersih ( hilang najis kotoran sang luwak itu )
bagaimanakah proses pembuatan kopi luwak ini..???? Langsung saja ke te ka pe...!!
1. Bahan berupa biji kopi yang sudah tua / merah benar / masak di pohon
2. Buah di petik, di pilih yang benar-benar masak, diberikan kepada luwak untuk dimakan, luwak akan memilih jenis biji kopi yang benar-benar masak, bagus, dan yang paling tua atau yang paling manis
3. Setelah proses di atas tentunya yang di harapkan hasilnya adalah kotoran luwak yang keluar bersama biji kopi yang tidak bisa di cerna atau di sebut brenjel . seperti gambar dibawah ini
4. Selanjutnya kotoran luwak di kumpulkan dan di cuci dengan air yang mengalir, sampai benar-benar bersih, proses ini biasanya berlangsung cukup lama, hingga di dapatkan biji kopi yang masih terbungkus kulit tanduk yang berwarna putih kekuningan.
5. Setelah biji kopi benar-benar bersih, selanjutnya di lakukan proses pengeringan / proses penjemuran yang benar-benar sempurna untuk mengurangi kadar air, agar memudahkan proses pengelupasan kulit tanduk.
6. selanjutnya proses pengelupasan kulit tanduk, bisa di lakukan cara tradisional dengan menumbuknya tidak terlalu kuat, yang terpenting kulit nya mengelupas.
7. dan inilah dari proses pengelupasan kulit tanduk pada biji kopi.
8. dengan cara manual, kita pisahkan satu persatu biji kopi yang terkelupas dan yang masih mengandung kulit tanduk, hasilnya biji kopi berkulit ari yang berwarna putih keperakan. dari 500 gram biji kopi berkulit tanduk akan di hasilkan biji kopi berkulit ari seberat 442 gram.
9. selanjutnya kulit ari di hilangkan dengan cara di cuci berulang-ulang sampai benar-benar bersih, dan biji kopi yang terapung akan di buang.
10. Selanjutnya biji kopi yang telah bersih di tiriskan dan di jemur sampai benar - benar kering dengan cara membolaki-baliknya.
11. dan inilah hasil akhir pengolahan biji kopi menjadi biji kopi luwakdan tentu proses ini masih panjang, masih perlu di roasting, giling/ grinding, dan tentu saja di seduh baik cara tradisional yaitu di buat kopi tubruk, espresso, kopi drip, french press dan sebagainya.
semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua , sebagai sebuah informasi yang mencerahkan dan memperluas wawasan kita.
Cara Budidaya Ikan Betutu
PAKAR INFO - Budidaya Ikan BetutuBENIH merupakan bagian utama dalam budidaya ikan. Pada tingkatan yang sederhana benih ikan dapat diperoleh dari hasil penangkapan di alam, sedang pada tingkat yang lebih maju dapat diperoleh dari hasil pembenihan ikan milik petani (swasta) maupun dari Balai Benih Ikan (BBI).Lain halnya ikan Betutu/bakut (Oxyeleotris marmorata) atau marbled goby alias ikan bodoh/malas yang terbilang ikan konsumsi mahal belum ada yang sangat serius mengelola pembenihannya, akibatnya perkembangbiakannya sangat menghawatirkan, sehingga populasi dari tahun ke tahun semakin menurun. Ikan betutu memang mendapatkan julukan gabus malas atau ikan malas karena ikan ini memang malas berpindah tempat. Sekalipun diusik, betutu cenderung diam saja di dasar air. Hanya di malam hari ikan betutu aktif mencari makan (nocturnal) berupa udang-udang kecil, kepiting, dan siput air.
Ikan betutu sebagai ikan air tawar dengan Habitat di air payau, sungai-sungai yang tidak jauh dari muara atau pantai, berarus tenang dan berlumpur, rawa serta danau dengan dasar berlumpur, betutu termasuk ikan labirin karena mampu hidup diperairan yang keruh dengan bantuan lembar-lembar labirin pada lapis insangnya.
Ikan dengan ciri berkepala besar ini memiliki panjang tubuh maksimum sekitar 65 cm, namun kebanyakan antara 20–40 cm atau kurang. Berwarna merah bata pudar, kecoklatan atau kehitaman, dengan pola-pola gelap simetris di tubuhnya. Tanpa bercak bulat (ocellus) di pangkal ekornya. Ciri-ciri lainnya adalah sirip dorsal (punggung) yang sebelah muka dengan enam jari-jari yang keras (duri)dan yang sebelah belakang dengan satu duri dan sembilan jari-jari yang lunak. Sirip anal dengan satu duri dan 7–8 jari-jari lunak. Sisik-sisik di tengah punggung, dari belakang kepala hingga pangkal sirip dorsal (predorsal scales) 60–65 buah. Sisik-sisik di sisi tubuh, di sepanjang gurat sisi (lateral row scales) 80–90 buah.
Untuk Bobot ikan betutu biasanya sekitar 4 kilo per ekor bahkan bisa sampai 8 kilo per ekor dan harganya bekisar 130 ribu sedangkan untuk bibit biasanya dijual dengan harga 35/40 ribu per kilonya . Satu kerambah biasanya menghasilkan 30 s/d 40 kg bahkan bisa sampai 300 kg .
Pusat budidaya betutu yang di miliki Kutai Kartanegara di kecamatan Kenohan biasanya di beli oleh pengepul dari kota bangun yang datang langsung ke pemilik keramba lalu pengepul menjual kembali ke pengusaha dari Balikpapan untuk di ekspor ke Singapura,India dan Thailand. Ikan betutu bila sudah masuk ke restoran maka harganya bisa mencapai Rp 250.000,00 – Rp 300.000,00 untuk satu porsi dengan ukuran 0,8 kg -1 kg.
“Kami mengalami kesulitan untuk mendapat bibit apalagi bila air bangar, ikan-ikan tak dapat hidup dan bibit-bibit betutu akan susah di dapat. selain itu penyakit kulit berlendir yang dapat menyebabkan kematian dan kami belum dapat mencegah atau menanggulagi masalah ini “ ujar Isuk salah seorang petani keramba di Kecamatan Kenohan
Ia juga menambahkan ikan betutu biasanya di beri makan ikan segar yang dipotong-potong dan di luar negri ikan ini sudah bisa di budidayakan dan tidak lagi menggunakan ikan-ikan segar tetapi makannya diganti dengan pellet.
Dibawah asuhan (UPR) upaya pemberdayaan rakyat nelayan betutu berusaha membudidayakan ikan sehingga nantinya hasilnya dapat lebih ditingkatkan, ia juga berharap agar para peneliti dapat mengelola inofasi baru dalam pembibitan ikan betutu
Ikan ekonomis di perairan mahakam
Betutu merupakan salah satu ikan ekonomis yang ada di perairan mahakam, pada umumnya keramba terbuat dari kayu ulin atau kahoi berukuran 2X3X1,25 meter dan untuk mengapungkannya biasanya keramba menggunakan batang kayu atau drum. Umumnya keramba dapat di pakai untuk 2 sampai 4 tahun atau 3 sampai 4 kali pemeliharan.
Untuk benih umumnya ikan betutu berasal dari tangkapan nelayan di sekitar danau Semayang menggunakan tempirai, bubu, tahanan dan rengge. Ikan tersebut berwana hitam seperti ikan gabus dengan Rasanya manis dan daging empuk serta berserat lembut ini biasanya para nelayan menggunakan pakan hidup berupa ikan segar di potong-potong atau ikan kecil segar, cincangan keong mas dan cacing tanah. Pemberian pakan di lakukan satu kali satu hari menjelang sore atau keadaan mulai gelap tetapi bila menjeng panen pemberian pakan di sesuaikan kebutuhan ikan biasamya sekitar 8-9 Kg perkeramba perhari.
Untuk penyakit atau hama yang terdapat pada ikan betutu di pengaruhi oleh musim yang menyebabkan perubahan kualitas air. Ada beberapa cara sederhana mencegah lendir dan koreng pada ikan betutu dengan merendam larutan air garam selama 1-2 menit atau dengan menggunakan larutan PK (kalium permangat) sebanyak 3-4 tetes ke dalam 5 liter air selama 30-60 detik
Sahran Kepala Dinas Perikanan di dampingi Kasubag bagian Umum Muslik mengatakan untuk budidaya ikan betutu sejauh ini masih tergantung dari alam, belum ada penelitian lebih lanjut tentang pembenihan ikan. Terkait tentang ketergantungan bibit ikan betutu dengan alam dinas Perikanan membantu para nelayan membuat daerah larangan untuk menagkap ikan sehingga populasi ikan tersebut tidak terganggu.
Ikan Betutu yang menjadi ikan favorit untuk dijadikan ikan asap bagi masyarakat juga memiliki harga yang baik. Untuk itu dinas perikanan memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana untuk membantu para nelayan agar hasilnya budidaya ikan tersebut dapat berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar
“Kami sudah mencoba melakukan pembenihan dengan mendatangkan bibit-bibit dari luar tetapi itu semua gagal di lakukan karena bibit yang di datangkan terlalu kecil sehingga tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, mungkin bila bibit-bibit tersebut agak lebih besar dapat tahan terhadap lingkungan” ujarnya.
Untuk itu, dinas perikanan mensiasatinya dengan mengarahkan para nelayan ke sektor-sektor pembudidayaan dan pemasaran sehingga kulitas yang di hasilkan dapat meningkat di setiap tahunnya walaupun masalah bibit hanya tergantung dari alam. Untuk kerjasama dengan pihak universitas di bidang penelitian ikan Betutu terutama pembenihan belum dilakukan tetapi dinas perikanan telah bekerjasama dengan Universitas Mulawarman untuk program Konserfasi air dan pelatihan-pelatihan bagi para nelayan untuk meningkatkan kualitas menjadi agenda rutin dinas perikanan. Biasanya para nelayan mengikuti pelatihan dari balai-balai perikanan yang di selenggarakan oleh badan riset kelautan dan perikanan.
Ikan betutu mempunyai sifat genetis yang berbeda dengan ikan budidaya lainya yakni pertumbuhan badan yang lambat dengan kata lain tidak mudah bongsor dan masa pemeliharaan yang cukup lama sehingga kalo dilihat dari lamanya perkembangan kurang menguntungkan tetapi bila dilihat dari harga jualnya yang mencapai 130 ribu maka bubidaya betutu tetap memberikan keuntungan yang tinggi.
Dalam budidaya ikan betutu ini juga dapat meningkatkan UPR masyarakat, contohnya saja bukan hanya ikan betutnya yang tinggi harganya tetapi benih bibit ikannya pun memiliki harga yang tinggi di pasaran yang mencapai 35/40 ribu per kilonya.
Jamur Merang Menjadi Bisnis Unggulan Di Indramayu
PAKAR INFO - Jamur Merang Jadi Unggulan Di Indramayu
Jangan pernah sepelekan jamur karena cendawan ini selain menyehatkan badan, ternyata juga dapat 'menggendutkan' kantong! Nggak percaya? Tanyakan kepada JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) Cabang Indramayu yang sudah meraup puluhan juta rupiah dari bisnis jamur merang.
Dari 'Dakling' Jadi Profesional
Ada istilah unik di Indramayu untuk menyebut pengusaha dadakan, yaitu 'dakling' alias dadak eling. Untuk mengantisipasi para pengusaha muslim yang minim skill dan pengetahuan manajemen tersebut, JPMI Indramayu mengadakan training wirausaha tiga bulanan. Materi yang diberikan biasanya bertema manajemen bisnis. Walhasil, JPMI Indramayu mampu merekrut dan membina lebih dari 400 pengusaha kecil dan menengah di wilayah Kabupaten Indramayu. Dari ratusan pengusaha tersebut, ada 70 pengusaha yang concern dalam pembudidayaan jamur merang.
Darojat, Divisi Jaringan Pengusaha JPMI Indramayu, mengatakan, prospek usaha jamur merang tersebut sangat bagus. “Peluang jamur merang ini sangat tinggi karena permintaan pasar banyak sementara petani jamur sedikit,” ujar Darojat saat ditemui di stand JPMI Indramayu dalam IHBF Expo 2010 di JCC, akhir pekan lalu.
Selain permintaan yang tinggi, iklim Indramayu juga sangat baik untuk pembudidayaan jamur. Jamur biasanya dapat hidup di daerah yang tidak terlalu dingin. Iklim Indramayu yang panas dapat disiasati oleh para pembudidaya jamur untuk memproduksi jamur merang sebanyak mungkin dengan mengatur suhu. Tak heran, sudah ada sekitar 150 bumbung jamur merang yang dapat menghasilkan hingga 2,5 kwintal per panen untuk satu bumbung jamur. Jika 1 kg dihargai Rp20 ribu, bisa terbayang berapa banyak penghasilan yang didapat oleh para pengusaha jamur merang tersebut.
Beragam Metamorfosis Jamur
Lezatnya jamur merang tak kalah dengan ayam, daging, dan ikan. Hal tersebut diiyakan oleh sebagian masyarakat yang sudah merasakan kelezatan jamur merang. Selain dijual dalam bentuk jamur segar, jamur merang juga dapat diolah menjadi keripik, kerupuk, pepes jamur, dan rawon. Dari segi pengemasan, JPMI Indramayu juga mulai menyiapkan jamur kaleng agar jamur-jamur tersebut dapat bertahan lama dan lebih mudah dalam hal pendistribusian.
Menurut Darojat, distribusi jamur merang hasil anggota JPMI Indramayu baru dipasarkan ke beberapa pasar daerah dan warung-warung yang berada dalam lingkup Kabupaten Indramayu. Darojat mengakui, untuk satu kecamatan saja, kadang pihaknya kewalahan memenuhi permintaan pasar. Namun, ke depannya, JPMI Indramayu akan mengusahakan agar dapat memasarkan jamur merang kaleng ke supermarket dan hipermarket ternama. Harga yang ditawarkan dari jamur merang tersebut juga relatif terjangkau, mulai dari Rp20 ribu/kg untuk jamur segar kualitas super, Rp10 ribu/kg untuk jamur segar kualitas BS, dan Rp12 ribu/kaleng untuk jamur merang yang dikemas dalam bentuk kaleng seperti yang dijual di beberapa supermarket.
Terkait modal, Anda dapat memulai pembudidayaan jamur merang dengan modal Rp10 juta untuk investasi bumbung. Setelah panen, jamur merang dapat diolah menjadi aneka makanan ringan dengan tambahan modal sekitar Rp2 juta. Untuk masalah modal, JPMI Indramayu siap membantu para anggotanya dalam mencari investor. Selain perusahaan besar seperti Pertamina, JPMI juga menjalin rekanan dengan lembaga keuangan syariah seperti BMT (Baitul Maal wat Tamwil) dalam menyalurkan pembiayaan modal kerja.
Dengan kemudahan akses permodalan tersebut, banyak pengusaha berada di bawah naungan JPMI Indramayu. Beberapa pengusaha tersebut telah berhasil mengembangkan usahanya yang sangat beragam, mulai dari usaha telur asin, keripik pisang, olahan bonggol pisang, hingga jamur merang crispy.
Kamis, 08 Juli 2010
Investor Asing Terbesar di Indonesia, Malaysia Tempati Posisi Ke-8
PAKAR INFO - (Kuala Lumpur) Investor Malaysia telah menanamkan modalnya di Indonesia sebesar 1,5 miliar dolar AS, sebaliknya investor Indonesia menanamkan modalnya di Malaysia mencapai 534 juta dolar AS, terhitung sejak tahun 2004 sampai dengan 2009.
"Malaysia telah menempati posisi ke-8 sebagai investor asing terbesar di Indonesia. Sebagian besar investasi di sektor kelapa sawit, komunikasi, perbankan, minyak dan gas, produk kecantikan dan kesehatan, elektronik dan hotel," kata kata Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar dalam sambutannya di forum "Activate Asia: Indonesia Insight" yang diadakan di One World Hotel, Petaling Jaya, Selangor, Kamis, (8/7).
Forum yang mempromosikan prospek bisnis dan investasi di Indonesia itu diadakan oleh Kadin (kamar dagang dan industri) Cina, Kuala Lumpur dan Selangor bekerjasama dengan HSBC.
Selain Dubes RI menjelaskan prospek bisnis dan investasi di Indonesia, para pembicara lainnya juga menjelaskan betapa pentingnya para pengusaha dan investor Malaysia masuk ke Indonesia.
Pembicara lainnya ialah Head of Corporate Banking, HSBC Indonesia Mark Emmerson, CEO KRA Group Karim Raslan, CEO Lion Group Albert Cheng, CEO Sime Darby Abdul Wahab, dan Kepala BKPM RI di Singapura Nurul Ichwan.
"Sedangkan investasi para pebisnis Indonesia di Malaysia umumnya di sektor industri kimia dan plastik, transportasi, hotel dan restauran," katanya.
Perdagangan antara Indonesia - Malaysia terus tumbuh. Tahun 2009, perdagangan kedua negara mencapai 11,4 miliar dolar AS, turun sedikit dibandingkan tahun 2008 akibat krisis ekonomi dunia, tapi antara tahun 2004-2009, pertumbuhan perdagangan kedua negara serumpun ini rata-rata mencapai 12,7 persen, kata Da`i.
Dubes RI untuk Malaysia itu menegaskan bahwa dampak reformasi politik tahun 1998 yang menciptakan demokrasi sejati di Indonesia telah memberikan kontribusi besar pada masyarakat sipil dan iklim usaha yang kondusif. "Demokrasi di Indonesia telah memperkuat pasar domestik dan juga pasar ekspor yang akhirnya menyelamatkan Indonesia dari krisis dunia tahun 2008-2009," kata mantan Kapolri itu.
"Di saat negara-negara besar seperti Amerika dan Eropa, juga kawasan Asean mengalami pertumbuhan negatif, Indonesia masih mampu mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif. Hal itu mendorong Indonesia mendapatkan tempat sebagai anggota G20 mewakili kawasan Asean," kata Da`i.
"Kami tidak menyangka para pengusaha dan investor Malaysia yang hadir melebihi 700 orang dari target hanya 400 pengusaha. Semua kursi di ball room One World Hotel penuh tak ada yang kosong. Ini menunjukan minat pengusaha Malaysia berinvestasi atau berbisnis ke Indonesia sangatlah tinggi," kata William Cheng Heng Jem, ketua kamar dagang dan industri Cina Kuala Lumpur dan Selangor.
Sumber : http://tvone.co.id

