Jumat, 30 April 2010
LUAR BIASA!!! TIDAK MAKAN DAN MINUM SELAMA 70 TAHUN
Liputan6.com. Seorang pria India yang sudah berusia 82 tahun mengaku tidak makan dan minum selama 70 tahun. kemampuan Prahlad Jani bertahan tanpa makanan dan minuman menarik perhatian Militer India untuk menelitinya.
Kini Prahlad Jani berada di ruang isolasi sebuah Rumah Sakit di Ahmedabad, Gurjarat dan diawasi ketat oleh tim dokter. Jani sudah berada di rumah sakit itu selama 6 hari tanpa makan dan minum, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda Jani mengalami kelaparan dan dehidrasi.
Prahlad Jani mengaku telah meninggalkan rumah sejak umur 7 tahun dan hidup sebagai pengembara Sadhu atau orang suci di Rajasthan. Jani disebut sebagai breatharian yang dapat hidup sendiri secara spiritual.
Jani meyakini hidupnya telah ditopang oleh seorang dewi yang menuangkan ramuan gaib melalui langit-langit mulutnya. Pengakuan Jani ini didukung oleh seorang dokter India yang ahli dalam bidang studi tentang orang-orang yang memiliki kemampuan supranatural.
Pihak militer India tampaknya tertarik untuk mempelajari ilmu Prahland Jani dan berharap bisa diterapkan pada anggota pasukannya atau pada korban bencana sebelum bantuan tiba.
"Jika klaim itu bisa diverifikasi, itu akan menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran," kata Dr G. lavazhagan, Direktur Ilmu Fisiologi & Ilmu Terpadu, Institut Pertahanan. "Kita bisa mendidik masyarakat tentang teknik-teknik bertahan hidup dalam kondisi buruk dengan sedikit makanan dan air atau tidak sama sekali" tambahnya
Di India memang sudah menjadi hal yang umum bagi umat Hindu menjalankan puasa tanpa makan dan minum bahkan selama delapan hari penuh. Secara teori, manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 50 hari. (BI-2010)
Kamis, 29 April 2010
MARI SUKSESKAN SENSUS PENDUDUK 2010
Sensus penduduk Indonesia 2010 akan dilaksanakan serentak pada 1 Mei mendatang. Badan Pusat Statistis telah menyiapkan 700.000 petugas yang akan mendatangi penduduk untuk dicatat dalam sensus penduduk 2010.
Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan mengatakan, sensus penduduk ini penting karena Indonesia menempati negara keempat terbesar di dunia dalam jumlah penduduk. “Jika kita sukses akan memberikan kontribusi yang berarti bagi agenda-agenda PBB, terutama dalam menghitung jumlah penduduk dunia,” kata Rusman seusai rapat dengan lembaga-lembaga internasional yang ‘concern’ akan sensus Indonesia.
Lembaga internasional yang bermitra dengan BPS untuk sensus kali ini adalah yakni United Nations Fund for Population Activity (UNFPA), dan juga UNICEF serta WHO. Hasil sensus akan diolah secara cepat (quick count) dan dikirim kepada pusat database secara elektronik dimana akan bisa diakses melalui http://sensusindonesia.com.
Rusman menjelaskan, pada 2010 ini hampir semua negara melakukan sensus. Seperti di India, China, sebagian besar anggota ASEAN, dan Timor Leste. "Bahkan kita harus mengirimkan technical assistance ke Timor Leste untuk membantu pengambilan sensus penduduk disana,” kata Rusman.
Representatif UNFPA Zahidul Huque mengatakan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah mendukung banyak sensus pada 2010, bahkan menghimbau agar paling tidak setiap negara melakukan sensus antara 2005-2014.
“Kami telah menawarkan bimbingan teknis pada banyak negara, sedikitnya 40 negara. Ini termasuk dukungan atas desain sensus, dalam mengembangkan bentuk kuisioner, enumerasi akhir, penjaminan kualitas, dan pelatihan," kata Zahidul.(BI-2010)
Rabu, 28 April 2010
TATA CARA PEMBIBITAN JABON
A. Pengecambahan benih.
Sediakan media tempat kecambah (bak plastik) dan sungkup dari plastik2. Media perkecambahan adalaha. Campuran pasir halus dan tanah halus (1:1), disterilisasi dengan cara digoreng selama 2 jam. Untuk mendapatkan media pasir halus, pasir di ayak dengan ayakan berukuran mikro (ayakan nyamuk).b. Campuran cocopeat (sabut kelapa yang sudah dicacah) dan arang sekaram (2:1). Keduanya dapat diperoleh/dibeli di toko-toko pertanian.3. Sebelum benih ditabur, media disiram sampai jenuh. Bila perlu bak tabur ditutup dengan plastik transparan (sungkup).4. Penaburan benih dapat dicampur dengan pasir halus agar penyebaran dalam bak kecambah merata. Perbandingan benih dengan pasir 2:1.5. Biasanya benih mulai berkecambah setelah 7-15 hari setelah penaburan dan akan mulai merata setelah 30 hari.6. Dalam satu bak kecambah ukuran 25 cm x 20 cm banyak biji yang ditabur cukup 1 sendok teh.
B. Pemeliharaan pada periode perkecambahan.
Pemeliharaannya dilakukan dengan penyiraman. Setelah penyiraman pertama, penyiraman selanjutnya dilakukan setiap harinya (pagi dan sore) sampai minggu ke-10 / siap sapih ke polybag dengan ukuran bibit 5-10 cm dengan sprayer halus2. Penyiraman menggunakan air biasa untuk setiap harinya dan menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-45 untuk setiap minggunya (1kali dalam semingggu). Untuk 1 liter air dicampur fungisida ¼ sendok Dithane M-45.3. Media kecambah harus terkena cahaya matahari tetapi tidak secara langsung perlu naungan dari plastik / sungkup / rumah kaca. Kondisi media SYARAT YANG PALINGàkecambah harus lembab dan basah jangan sampai kekeringan. PENTING.4. Selanjutnya bibit dipindahkan ke polybag di persemaian.5. Total waktu perkecambahan kurang lebih 1 bulan, total pemeliharaan setelah muncul kecambah 1,5 bulan hingga siap sapih. Jadi total waktu yang dibutuhkan untuk perkecambahan kurang lebih 2-3 bulan.6. Bibit yang sudah dipindahkan ke polybag sangat cepat perkembangannya. 1 bulan bisa mencapai ukuran tinggi = 20-40 cm.
C.Penyapihan.
Penyapihan adalah pemindahan tanaman dari bak kecambah ke polybag. Kemudian polybag di tempatkan pada bedengan berukuran 5 m x 1 m yang ternaungi agar terlindung dari sinar matahari langsung dan hujan.1. Penyapihan dilakukan ketika kecambah telah memiliki 2-3 pasang daun atau telah mencapai tinggi 2-3 cm (usia 1,5-2 bulan).2. Media sapih yang digunakan harus mengandung banyak nutrisi untuk pertumbuhan tanaman yang kemudian ditempatkan dalam polybag3. Media semai yang dipergunakan : ukuran polybag 10×15 cm.4. Media bibit adalaha. Media campuran pasir + tanah+ arang sekam (1:3:1) atau tanah + kompos (3:1).b. Media campuran tanah (topsoil/permukaan), pasir dan pupuk kandang (7:2:1)c. media campuran tanah, cocopeat, dan pasir (3:1:1), atau menggunakan campuran tanah dan arang sekam (1:1).
D. Pemeliharaan di bedeng sapih.
Penyiraman secara rutin setiap hari menggunakan air biasa dan setiap minggu menggunakan air biasa dicampur dengan fungisida DITHANE M-452. Selain penyiraman dapat juga diberikan pemupukan yang dilakukan setelah bibit berumur 2 minggu dengan pupuk NPK cair (2-4gram/1liter air), atau dengan pupuk NPK padat 0,5 gram/bibit dengan jarak dari batang tanaman 3-5 cm (selebar tajuk tanaman).3. Selain itu juga dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk daun gandasil-D (dosis 1-2 gr untuk 1 liter air) setelah bibit berumur 3 bulan setelah penyapihan.5. Pemberian penaungan tanaman dengan paranet dilakukan hingga bibit berumur ±4-5 bulan setelah penyapihan (tinggi ±30 cm). Ukuran paranet 30%, 40% ,50% atau 65%.
E. Penanaman di lapangan.
Bibit siap tanam ketika batangnya cukup berkayu dengan tinggi 25-30 cm. Waktu penanaman dilakukan pada musim hujan dengan jarak tanam 3 m x3 m. Pemeliharaan di lapangan berupa pendangiran (penggemburan tanah), penyulaman (pada jabon yang mati), penyiangan (pembebasan dari rumput liar) dan pemupukan. Semoga Bermanfaat. (BI-2010)
5 TIPS AGAR TETAP POSITIF DI SAAT MENGANGGUR
Menjadi pengangguran memang tidaklah mudah, apalagi di masa ekonomi sulit seperti sekarang ini. Berbagai permasalahan menghadang dari keuangan hingga hubungan sosial. Jika tidak pandai mengelola emosi selama menganggur, bukan tidak mungkin seseorang kehilangan semangat hidupnya.
Faktanya, sebuah studi di Rutgers University menemukan bahwa mayoritas penduduk Amerika Serikat yang menjadi pengangguran mengalami rasa cemas dan depresi. Namun mereka mempunyai sejumlah cara untuk menjaga semangat tetap menyala selama melewati masa-masa sulit tersebut:
1. Menjaga fisik dan emosi
Selama masih bekerja, Anda mungkin menghabiskan begitu banyak waktu duduk di depan layar komputer. Kini, sudah waktunya menyisihkan waktu untuk lebih memperhatikan kesehatan fisik dan emosional Anda. Kathy Robinson, konsultan karier dan bisnis, menganjurkan untuk menggunakan periode ini guna membangun kebiasaan yang lebih sehat.
Sejumlah perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya menambah jam tidur atau berjalan kaki selama 20 menit setiap pagi, dapat membantu memperbaiki suasana hati dan level energi. ''Masalah finansial dan emosional yang dirasakan ketika menganggur bisa menyebabkan stres tingkat tinggi. Oleh karena itu, aktivitas apa pun yang berhubungan dengan kesehatan bisa mengurangi stres akibat mencari pekerjaan,'' ujarnya.
2. Mengejar minat
Selama ini Anda barangkali memiliki hasrat tersembunyi yang terpaksa ditekan karena kesibukan pekerjaan. Misalnya hasrat untuk belajar piano atau membuat film dokumenter. Apa pun hasrat tersebut, sekaranglah waktu yang paling sempurna untuk mewujudkannya. Berikan diri Anda kesempatan mengejar sesuatu yang selama ini selalu diimpi-impikan.
''Sangat penting menjaga pikiran agar tetap aktif, sibuk dan terlibat mengerjakan hal-hal yang Anda sukai,'' ujar Susan Wilson Solovic, penulis buku The Girls' Guide to Building a Million Dollar Business. Siapa tahu minat Anda itu bisa menjadi peluang baru sebagai bidang karier.
3. Aksi sosial
Menjadi sukarelawan bisa membantu Anda mengabaikan ketidakberuntungan yang terjadi dan bersyukur atas segala hal yang dimiliki. Dedikasikan sebagian waktu Anda setiap minggu untuk bekerja di lembaga nonprofit. Selain mampu memberikan makna hidup, aktivitas tersebut juga bisa membantu Anda memperluas jaringan dan membangun keahlian baru. Menurut Cheryl Palmer, pelatih karier eksekutif bersertifikasi, menjadi sukarelawan memungkinkan calon majikan potensial mengobservasi etika bekerja Anda secara realitas.
4. Memasarkan diri
Dalam dunia kerja saat ini, memiliki gelar akademis saja tidak menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan yang bagus. Seiring kompetisi yang kian ketat di bursa kerja, para pencari kerja harus berusaha lebih keras untuk mendapatkan perhatian calon majikan potensial.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui hal apa yang membuat Anda berbeda dari orang lain dalam bidang yang sama, dan apa kekurangan Anda. Jika Anda menemukan diri kurang mampu bersaing di bursa kerja, periode menganggur seperti sekarang bisa digunakan untuk mengasah bakat guna menarik minat calon tempat kerja Anda nantinya.
5. Mencari dukungan
''Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang peduli menjadi sangat penting untuk membantu membangun rasa percaya diri Anda,'' ujar Solovic. Oleh karena itu, tidak ada salahnya berinvestasi ke dalam persahabatan untuk membantu melewati masa sulit ini. Tidak ada obat yang lebih mujarab selain mendapatkan dukungan dari sejumlah teman terdekat Anda. (BI-2010)
Selasa, 27 April 2010
Cara Tepat Budidaya Sengon (Albazzia Falcataria)
Pembibitan
a) Benih
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :
• Kulit bersih berwarna coklat tua
• Ukuran benih maksimum
• Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
• Bentuk benih masih utuh.
Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuhnya tinggi.
b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :
Keterangan :
• Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
• Jarak tanam 3 x 2 meter
• Satu lubang satu benih sengon
• Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
• Daya tumbuh 60 %
• Tingkat kematian selama di persemaian 15 %
Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.
c) Perlakuan benih
Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.
d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :
• Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5 %
• Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
• Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
• Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.
Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.
Langkah-Langkah Penyemaian Benih
Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi benjadi tahap – tahap kegiatan sebagai berikut:
a) Penaburan
Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas.
Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut :
• Benih
• Bedeng tabur/bedeng kecambah
• Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1
• Peralatan penyiraman
• Tersedianya air yang cukup
• dan sebagainya.
Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.
Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.
Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira – kira 2,0 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.
b) Penyapihan Bibit
Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :
• Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
• Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
• Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
• Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
• Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif.
•
c) Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :
- Penyiraman
Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang panas.
- Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan larutan "gir". Adapun pembuatan larutan "gir: sebagai berikut :
Disiapkan drum bekas dan separuh volumenya diisi pupuk kandang. Tambahkan air sampai volumenya ¾ bagian, kemudian tambahkan 15 kg TSP, lalu diaduk rata. Biarkan selama seminggu dan setelah itu digunakan untuk pemupukan.
Dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur 6 bulan, ketika tingginya 70 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.
- Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.
- Penyiangan
Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan bila perlu dibantu dengan alat pencungkil, namun dilakukan hati –hati agar jangan sampai akar bibit terganggu.
- Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.
- Seleksi bibit
Kegiatan seleksi bibit merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum bibit dimutasikan kelapangan, maksudnya yaitu mengelompokan bibit yang baik dari bibit yang kurang baik pertumbuhannya. Bibit yang baik merupakan prioritas pertama yang bisa dimutasikan kelapangan untuk ditanam sedangkan bibit yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pemeliharaan yang lebih intensip guna memacu pertumbuhan bibit sehingga diharapkan pada saat waktu tanam tiba kondisi bibit mempunyai kualitas yang merata.
Senin, 26 April 2010
Luar Biasa!! Di usia 9 Tahun Sudah Jadi System Engineer
Marko Calasan, bocah berumur 9 tahun asal Macedonia, menjadi system engineer bersertifikat Microsoft pada bulan lalu.
Sebelumnya, pada umur 6 tahun, ia jadi system administrator untuk sebuah yayasan nonprofit yang membantu orang-orang cacat. Kepada Cnet lewat e-mail, Marko berkata, “Mereka senang punya administrator yang bagus.”
Marko yang mengaku menghabiskan waktu sekitar 4 jam per hari di depan komputer juga jadi guru. Ia mengajar dasar-dasar berkomputer untuk anak-anak berumur 8 sampai 11 tahun. Lab komputernya ada di sebuah sekolah dasar.
Bicara soal sekolah, Marko diizinkan oleh pemerintah setempat untuk tidak pergi ke sekolah setiap hari demi proyeknya dengan komputer. Tapi, Marko cuma izin beberapa kali dalam sebulan.
Marko kini tengah membuat suatu proyek yang berkaitan dengan jaringan. Bocah yang enggak hobi main game komputer itu tengah mencari cara untuk mengirim sinyal televisi berdefinisi tinggi melalui jaringan yang lambat. Untuk proyeknya ini, sebuah perusahaan telekomunikasi Macedonia mengizinkan Marko mengakses jaringan mereka. Marko berharap sudah bisa mendemonstrasikan proyeknya ini pada pameran CeBit akhir tahun ini di Hannover, Jerman. (BI-2010)
Krui Menjadi Incaran Para Peselancar Dunia
Bagi masyarakat Lampung, kawasan Tanjung Setia yang berjarak 60 km dari Liwa, ibu kota Lampung Barat, hanyalah pantai berombak tinggi.
Namun, bagi peselancar (surfer) seantero jagat, Tanjung Setia dinobatkan sebagai pantai bergelombang terbaik ketiga dunia.
Bagi peselancar, Tanjung Setia merupakan surga tersembunyi (the secret paradise).
Pamor itulah yang menyeret Edu, dari negara kecil Eropa, Bask, datang ke Tanjung Setia. "Wow! look at that waves! Isn't that great!" seru Edu sambil menyongsong ke deburan ombak bersama kawannya, Sabtu (24-4). Sejurus kemudian dia berdiri di atas papan selancar dan meliuk-liuk menyusuri gelombang panjang. Sesekali dia bergerak naik ke atas gelombang dan dengan cepat menukik.
Kawasan ini terkenal dengan ketinggian ombaknya dan menjadi salah satu pantai berombak tertinggi dunia yang jadi incaran peselancar mancanegara. Ketinggian ombak pantai yang berhadapan dengan Samudera Hindia ini, bisa mencapai tujuh meter dengan panjang gelombang 200 meter pada musim angin selatan (Mei--Oktober).
Tidak kurang dari 100 ribu wisatawan mancanegara seperti Spanyol, Amerika Serikat, Australia, Portugal, dan Belanda berkunjung ke sini setiap tahun. Edu yang lima kali datang ke Indonesia, mengaku baru puas berselancar di Tanjung Setia. "Pemandangannya bagus. Ada gunung yang bisa terlihat dari pantai. Bisa wisata ke hutan juga. Ombak dan gelombangnya panjang. Di sini masih sepi, jadi bisa puas surfing," kata Edu.
Umumnya, wisatawan yang ke Tanjung Setia, pernah berselancar di Bali. Namun, karena Bali terlalu ramai,
Tanjung Setia menjadi pilihan. Selain bergelombang tinggi dan panjang, lautnya alami, dan udara tidak tercemar. Deburan ombaknya lebih rendah dari Bali dan Nias, Sumatera Utara.
Tahrim, pemilik penginapan Ujung Tapokan Surf Camp, mengatakan Tanjung Setia bisa dikatakan seperti Pantai Kuta, Bali, 15--20 tahun lampau. Turis bule, kata Tahrim, suka suasana alami dan tenang. "Mereka ke sini benar-benar untuk liburan. Jadi, sebisa mungkin mereka tidak mau diganggu. Nah, Tanjung Setia ini tempat yang cocok bagi mereka," kata Tahrim.
Wisatawan bisa berbulan-bulan tinggal di sini. "Kemarin, ada tamu dari California, menginap di camp saya sampai dua bulan," kata dia.
Sayangnya, potensi kelas dunia tersebut kurang mendapat perhatian pemerintah daerah dan belum banyak dipromosikan. Menurut Tahrim, sebaiknya kawasan bibir pantai dirapikan. "Kalau bisa cottage yang ada di bibir pantai dipindahkan ke kiri jalan agar rapi," kata dia. (BI-2010)
Minggu, 25 April 2010
INVESTASI TEPAT DENGAN MENANAM JABON

Jabon (Anthocephalus Codamba) merupakan salah satu jenis kayu / pohon yang pertumbuhannya sangat cepat dan dapat tumbuh subur di hutan tropis dengan ekologi tumbuh pada :
Ketinggian : 10-2000m dpl
Curah hujan : 1250-3000m/th
Perkiraan suhu :100 C – 400 C
Kondisi tanah (PH) :4,5 – 7,5.
Jabon memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya, termasuk albasia (sengon). Dari hasil uji coba yang telah kami lakukan, keunggulan tanaman jabon dapat diuraikan dari beberapa kriteria, diantaranya sebagai berikut :
PERTUMBUHAN
Pertumbuhan pohon jabon sangat cepat bila dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya :
1. diameter batang dapat tumbuh berkisar 10cm/th
2. tinggi batang pada usia 12 tahun dapat mencapai 20 meter, sehingga pada usia 6-8 tahun sudah dapat dipanen.
BATANG
1. Berbatang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus
2. Tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri
PENANAMAN dan PERAWATAN
Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya.
PEMASARAN
Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, maka kayu jabon sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (plywood), bahan baku meubel dan furniture, serta bahan bangunan non kontruksi.
Keunggulan inilah yang membuat pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan, bahkan industri kayu lapis siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.
NILAI EKONOMIS
Budidaya tanaman jabon akan memberikan berbagai keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun (asumsi harga terendah, dan batang terkecil) pada setiap batang kayu jabon diperoleh :
- tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12m
- diameter batang rata-rata 30 cm. Maka dari tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, sedangkan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000,00. Sehingga harga terendah 1 batang pohon jabon usia 8-10 tahun minimal seharga Rp 1.500.000,00
INFORMASI
Harga kayu jabon perkubik pada tahun 2009 :
1.middle 30-39 Rp 1.000.000
2.middle 40-49 Rp 1.100.000
3.middle 50 up Rp 1.200.000
Harga ini diprediksi akan mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang semakin bertambah tiap tahunnya, sedangkan persediaan kayu jabon semakin lama semakin terbatas.
Dalam 1 Ha lahan, dapat ditanam sebanyak 500 batang bibit jabon dengan jarak 4x5 m.
Sabtu, 24 April 2010
Cara Bercocok Tanam Jagung
MEMILIH BENIH
Benih bermutu merupakan syarat utama untuk mendapatkan panen yang maksimal. Disebut benih bermutu; jenisnya murni, bernas, kering, sehat, bebas penyakit dan campuran biji rumput yang tidak dikehendaki. Kriteria ini biasanya menghasilkan tanaman sehat, kekar, kokoh dan pertumbuhan yang seragam.
PEMILIHAN LAHAN LAHAN YANG BAIK
Lahan yang baik adalah lahan yang kering, berpengairan cukup, lahan tadah hujan, lahan gambut yang telah diperbaiki atau lahan basah bekas menanam padi. Agar tumbuh dan berproduksi dengan baik Jagung harus ditanam di lahan terbuka yang terkena sinar matahari penuh selama 8 jam.
KADAR pH
Meskipun idealnya memerlukan pH 6,8 tetapi jagung bisa toleran terhadap lahan tanaman pH 5,5 – 7.0. Apabila ada tanah yang pH nya terlalu rendah bisa dinaikkan dengan menaburkan kapur. Kemudian agar lebih efisien, aplikasinya bisa dilakukan bersama dengan pengolahan lahan. Setelah penaburan, lahan dicangkul dan disiram agar kapur bisa tercampur secara merata. Kebutuhan kapur sangat bergantung pada nilai pH awal lahan. Sebagai patokan, untuk satu hektar lahan yang memiliki pH 5,0 dibutuhkan kapur antara 2 sampai 4 ton. Apabila pH lahan terlalu tinggi atau basa, maka dapat diturunkan dengan menaburkan belerang. Namun hal ini dilakukan jika nilai pH lahan memang sangat tinggi yakni 8,0 atau 9,0
PENGOLAHAN LAHAN PEMBERSIHAN GULMA
Sebelum jagung ditanam, lahan perlu dibersihkan dari gulma dan tanaman liar. Gulma seperti alang alang, rumput teki, semak dan pohon perdu disiangi sampai ke akar akarnya. Gulma itu dibakar, abunya ditaburkan ke lahan sebagai kompos untuk kesuburan tanah. Gulma jangan dikubur, karena dikawatirkan akan munculnya hama seperti rayap dan semut. Selain itu, alang alang dan rumput teki bisa tumbuh kembali apabila hanya dikubur di dalam tanah. Selain gulma, pohon pohon besar yang tumbuh di sekitar lahan dan berpotensi menghalangi masuknya sinar matahari; untuk jagung melakukan proses fotosintesis, juga perlu ditebang.
PENCANGKULAN
Pencangkulan dilakukan dengan memindahlkan tanah bagian bawah sedalam 15 s/d 20 cm ke atas permukaan lahan. Selain untuk menyeimbangkan ketersediaan unsur hara antara bagian bawah dan bagian atas lahan, pencangkulan juga dimaksudkan membuat tanah lebih remah dan gembur. Untuk lahan yang memiliki jenis tanah gembur atau bekas tanaman semusim, pencangkulan cukup dilakukan sekali saja. Sementara itu untuk lahan yang memiliki tanah berat, pencangkulan perlu dilakukan dua kali lalu digaru. Jika lahan yang digarap terlalu luas, pencangkulan bisa diganti dengan bajak agar pengerjaannya bisa lebih cepat.
PEMBUATAN BEDENGAN
Pembuatan bedengan untuk lokasi penanaman benih banyak dilakukan di dataran rendah pada lahan kering, lahan bekas sawah, atau lahan tadah hujan. Bedengan dibuat selebar 70 s/d 100 cm, dengan ketinggian antara 10 s/d 20 cm. Sedangkan untuk panjangnya disesuaikan dengan kondisi, kontur, lahan. Di daerah kering tinggi bedengan sebaiknya dibuat agak rendah untuk memudahkan penyiraman karena jika terlalu tinggi membutuhkan banyak air saat penyiraman. Di antara bedengan dibuat parit selebar 20 s/d 30 cm yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya air di bedengan agar akar jagung tidak tergenang.
PEMUPUKAN
Pemupukan dimaksudkan meningkatkan kandungan unsur hara di lahan tanam. Waktu pemberian pupuk RI1, yang paling efektif selain bersama dengan saat pencangkulan atau pembajakan bisa juga diberikan saat akan membuat lubang tanam. Dengan cara begitu, pupuk RI1 yang diberikan akan tercampur merata dengan lahan tanam. Sebagai pedoman untuk lahan 1 hektar diperlukan 12 – 15 liter pupuk RI 1.
PENANAMAN PEMBUATAN LUBANG TANAM
Lubang tanam dibuat sedalam antara 2 s/d 5 cm menggunakan tugal, yakni alat terbuat dari kayu bulat panjang ujungnya runcing. Jarak lubang adalah 20 x 20 cm atau 20 x 40 cm. Agar barisan lubang tanam yang dibuat menjadi teratur, bisa digunakan alat bantu berupa tali yang dibentangkan sepanjang bedengan. Sementara itu, untuk benih yang ditanam di parit bedengan, diperlukan jarak antar lubang sepanjang 20 cm.
PENANAMAN BENIH
Untuk menghindarkan hama dan jamur serta untuk merangsang pertumbuhan dengan kualitas yang baik, sebelum ditanam benih direndam terlebih dahulu ke dalam air yang sudah dicampur pupuk RI1 selama 30 menit. Sesudah direndam perlu ditiriskan, tetapi tidak perlu diberi fungisida. Penanaman benih dilakukan pada pagi atau sore, saat matahari tidak begitu terik. Setelah benih masuk ke lubang, maka lubang itu harus ditutuip lagi dengan tanah secara ringan; tidak perlu dipadat padatkan. Waktu terbaik menanam benih adalah waktu akhir musim hujan agar saat masa pertumbuhan hingga memasuki masa mengeluarkan buah, tanaman masih mendapatkan pasokan air dan diharapkan saat panen tiba, musim kemarau telah datang sehingga memudahkan proses pengeringan. Mengingat dewasa ini kondisi dan situasi musim di Indonesia selalu berubah, untuk memastikan jadwal yang tepat, seyogyanya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dinas pertanian setempat.
PERAWATAN
PENYULAMAN BENIH
Satu minggu setelah tanam benih akan tumbuh dan muncul tanaman muda. Saat itu pengecekan harus dilakukan. Jika ada benih yang tidak tumbuh, mati, atau tanaman muda terserang penyakit, segera lakukan penyulaman yakni melakukan penanaman benih kembali yang proses dan tata caranya sama dengan penanaman benih sebelumnya. Penyulaman ini dimaksudkan agar tanaman tumbuh seragam, baik umur maupun sosoknya. Karena itu penyulaman tidak bisa dilakukan setelah tanaman berumur di atas 25 hari, dikarenakan pada usia itu sistem perakaran tanaman sudah tumbuh kuat sehingga benih sulaman tidak mampu bersaing memperebutkan unsur hara.
PENYIANGAN GULMA
Penyiangan dilakukan dua kali; pada saat tanaman berumur 14 hari dan 40 hari setelah tanam. Untuk gulma seperti rumput atau perdu lain, penyiangan dilakukan manual dengan cara mencabut seluruh bagian tanaman gulma sampai ke akar akarnya. Setelah itu gulma dikumpulkan dan dibakar sampai habis! Bersama penyiangan gulma yang kedua dilakukan juga pembubunan, yakni menutup akar tanaman yang muncul ke permukaan tanah dengan menggunakan tanah yang diambil di antara tanaman. Dengan menggunakan cangkul, tanah dipindahkan ke barisan jagung yang ada di kanan dan kiri hingga tercipta parit baru barisan tanaman. Hal ini dimaksudkan agar akar tanaman semakin mencengkeram tanah sehingga tanaman tidak akan roboh saat diterpa angin.
PUPUK LANJUTAN
Pada usia 15 s/d 30 hari setelah tanam atau setelah penyiangan pertama, tanaman perlu diberi pupuk lanjutan. Dengan tetap menggunakan RI1, pemberian pupuk ini dilanjutkan kembali setelah berusia 40 hari.
PENGAIRAN
Pengariran dilakukan dengan sistem leb; mengalirkan air ke dalam parit hingga meresap ke seluruh bagian bedengan. Cara ini lebih efisien dibanding penyiraman manual yang tentu memakan banyak waktu dan tenaga. Agar akar tanaman tetap mudah bernafas, usahakan saat melakukan pengairan air tidak sampai menggenangi bedengan. Untuk lahan yang tergolong kering atau saat tanaman mulai mengeluarkan buah, pengairan harus dilakukan dengan teratur dan terjadwal. Lahan yang terlalu kering atau kekurangan air saat proses pembuahan akan mengakibatkan tongkol tumbuh kecil sehingga mengurangi jumlah produksi pada saat panen.
MASA PANEN
Umur panen tergantung dari varietasnya. Tetapi ada beberapa ciri khusus, salah satunya adalah ketika daun jagung, kelobot, sudah berwarna putih kecoklatan dan tidak meninggalkan bekas apabila bijinya ditekan menggunakan kuku. Sebelum dipanen, daun jagung dikupas dan dipangkas bagian atasnya sehingga yang tersisa di pohon adalah buah jagung yang terkupas tetapi masih tersisa daunnya. Perlakuan ini dimaksudkan untuk mempercepat proses pengeringan jagung. Setelah beberapa hari di pohon dan bijinya tampak mengering, barulah dilakukan pemetikan dengan mengambil waktu pada siang hari, ketika cuaca terik, agar kadar air dalam biji tidak bertambah. Ingat, kadar air yang tinggi menyebabkan buah jagung mudah terserang penyakit. Pemetikan jagung bisa dilakukan dengan memetik buahnya saja, tongkolan, atau sekaligus dengan daun keringnya. Jika jagung yang dipanen buahnya saja akan lebih mudah diangkut menggunakan keranjang atau karung, maka jagung yang dipanen dengan daunnya akan memudahkan pengangkutan bila menggunakan pikulan. Setelah jagung dipanen, selanjutnya perlu dilakukan penjemuran, pemipilan; memisahkan biji jagung dari tongkolnya, dan penyimpanan.
HAMA DAN PENYAKIT
PENANGGULANGAN HAMA
Penggerek Batang
Serangga ini meletakkan telurnya pada daun, dan setelah menetas larvanya akan memakan batang jagung. Gejala ini bisa dilihat ketika muncul lubang pada batang jagung. Selain itu, Penggerek Batang juga menyerang rambut dan pucuk tongkol buah jagung. Jika dibiarkan hama ini bisa menyebabkan berkurangnya produksi bahkan gagal panen. Pencegahannya bisa dilakukan dengan menanam jagung secara serempak, melakukan rotasi, dan memusnahkan tanaman yang terserang.
Lalat
Hama lalat berwarna abu abu, meletakkan telurnya berwarna putih di bawah permukaan daun. Setelah beberapa hari menetas larva memakan daun, pangkal daun dan pangkal batang serta menyebabkan munculnya lubang lubang di seluruh bagian tanaman. Jika seranggannya hebat, batang bisa patah karena pangkalnya habis dimakan. Pencegahannya antara lain dengan melakukan penanaman serentak, memilih varietas yang tahan serangan hama, memasang mulsa jerami di atas bedengan dan selalu menjaga kebersihan dari gulma.
Ulat Tongkol
Ulat tongkol meletakkan telurnya yang berwarna putih di daun dan rambut tongkol. Setelah menetas telur akanberubah menjadi larva berwarna kuning berkepala hitam. Larva inilah yang akan menyerang tongkol buah, dan menyebabkan kebusukan. Pencegahan hama ini dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan satu per satu.
Ulat Tanah
Ulat tanah ini menyerang bagian bagian vital seperti batang dan buah. Hama ini menyerang pada malam hari dan dan bersembunyi di dalam tanah pada siang hari. Ulat tanah biasa menyerang tanaman yang masih muda, membuat batang tanaman akan patah dan mati. Pencegahannya dengan menggunakan metode olah tanah.
Kumbang Penggerek Biji
Kumbang ini menyerang buah sejak saat panen sampai masuk ke dalam gudang. Biji buah menjadi keropos karena bagian dalamnya habis digerogoti, dan kerugiannya bisa mencapai 70%.
Kumbang Bubuk
Kumbang ini hampir seperti Kumbang Penggerek Biji, juga menyerang buah jagung. Gejala yang ditimbulkan adalah munculnya lubang lubang pada biji jagung yang lama kelamaan biji jagung akan hancur menjadi bubuk. Hama ini menyerang biji yang kurang kering dan biasanya terjadi pada saat cuaca lembab, dan kerusakan yang terjadi bisa mencapai 10%.
Kutu Daun
Kutu daun menyerang dengan cara menghisap cairan makanan yang ada di daun. Tanaman akan kekurangan cairan dan daun berubah warna menjadi kuning, mengering, akhirnya mati. Pencegahan dilakukan dengan merotasi tanaman untuk memutus siklus kehidupannya.
Ulat Grayak
Dalam skala besar ulat grayak akan menghabiskan seluruh daun dan hanya menyisakan tulang daun. Pencegahannya dengan melakukan rotasi tanaman dan untuk menekan perkembangannya perlu menjaga kebersihan lahan.
Monyet dan Babi
Serangan kedua hama ini dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Dalam waktu semalam monyet dan babi bisa menghabiskan dan merusak tanaman seluas seperempat
hektar. Untuk mengatasi hama ini bisa digunakan jerat dan kincir bambu yang bersuara keras.
PENANGGULANGAN PENYAKIT
Busuk Kelobot
Penyakit busuk kelobot, daun jagung, disebabkan oleh jamur dengan gejala munculnya bintik bintik bulat warna hitam kebiruan di kelobot. Buah akan membusuk, akhirnya mati. Pencegahannya selain berdekatan dengan pohon pisang; karena sama sama merupakan inang jamur, bibit harus direndam dengan RI1.
Bercak Daun
Penyakit ini juga disebabkan oleh jamur, menyerang daun, pelepah, dan tongkol buah. Gejalanya muncul bercak bercak berwarna coklat dan kuning di daun, pelepah, dan tongkol buah. Penyakit ini menyebabkan terhambatnya proses fotosintesis sehingga mengganggu produktivitas. Pencegahannya dilakukan dengan menanam varietas yang tahan serangan penyakit ini. Pengendaliannya dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang agar tidak menular ke tanaman lain.
Busuk Tongkol
Pada awalnya jamur menyerang daun kemudian merembet ke buah, dengan gejalanya memunculkan bercak bercak berwarna merah muda atau coklat gelap di kelobot buah. Akibatnya tongkol buah akan membusuk dan menyebabkan gagal panen. Pencegahannya dilakukan dengan menanam varietas yang tahan terhadap hama ini dan membersihkan gulma yang berpotensi menjadi inang jamur.
Busuk Kerdil
Penyakit kerdil disebabkan oleh virus yang pada awalnya memunculkan bercak bercak kuning muda dan memenuhi seluruh permukaan daun. Tanaman tidak bisa melakukan proses fotosintesis sehingga kekurangan makanan dan menjadi cacat atau kerdil. Pencegahan terbaik dengan melakukan penanaman varietas yang tahan terhadap penyakit ini dan melakukan rotasi tanaman untuk memutuskan siklus kehidupan virus. Tanaman yang terserang harus dimusnahkan agar tidak menjadi inang dan menulari tanaman lain yang masih sehat.
Hawar/Blight
Penyakit Hawar disebabkan oleh bakteri yang biasa menyerang daun bagian bawah tanaman muda yang akan berbunga, dengan gejala awal munculnya bercak bercak pada daun berbentuk huruf V. Akibatnya pertumbuhan terhambat dan produktivitasnya menurun, daun mengering lalu mati. Pencegahannya selain menanam varietas yang tahan terhadap penyakit ini, juga harus membersihkan gulma di sekitar lahan terutama inang sejenis bawang. Sedangkan pengendaliannya dengan cara memeusnahkan tanaman yang terserang.
Bulai/Downy Mildew
Penyakit ini disebabkan jamur, dan bagian yang diserang adalah daun terutama pada tanaman muda berumur di bawah 40 hari. Daun berubah warna menjadi kuning keputih putihan dan di bagian bawahnya muncul semacam serbuk berwarna putih berbentuk seperti tepung. Serangan jamur ini akan meningkat pada suhu udara tinggi. Akibatnya tanaman rusak dan tidak bisa menghasilkan tongkol jagung yang sempurna. Jika serangan hebat tanaman mati. Pencegahan penyakit ini dilakukan dengan merendam benih dengan RI1 sebelum ditanam. Pengendaliannya dilakukan dengan cara membakar tanaman yang diserang.
Busuk Batang
Penyakit busuk batang disebabkan oleh bakteri yang gejala awalnya batang abgian bawah berubah warna menjadi kecoklatan kemudian membusuk, mati, dan patah secara tiba tiba. Dari titik patahan tercium bau busuk yang menyengat. Pencegahannya dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan lahan agar tidak menular ke tanaman yang masih sehat.
Karat Daun
Penyakit Karat Daun disebabkan oleh jamur dengan gejala awal muncul bercak bercak merah dan keluar serbuk seperti tepung berwarna coklat kekuning kuningan. Akibatnya tanaman tidak bisa melakukan fotosintesis fengan sempurna sehingga pertumbuhannya lambat, bahkan bisa mati. Pencegahannya dilakukan dengan menanam varietas yang tahan terhadap penyakit ini.
Catatan :
Dari semua jenis hama diatas ketika tanaman kita diserang hama, dapat dilakukan langkah - langkah sebagai berikut :
Aplikasikan Nutrisi RI1 Organik dicampur dengan rendama daun tembakau dan extrak daun sirsak, extrak daun intaran, extrak daun suren kemudian semprot kan pada tanaman dan tanaman yang terserang hama secara merata.